Stunting yang di-Setting?

DELIK INDONESIA

- Redaktur

Rabu, 20 Desember 2023 - 17:51 WIB

50309 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar. Selain malnutrisi, kurangnya akses air bersih dan sanitasi yang buruk ternyata juga menjadi penyebab tingginya angka stunting di Indonesia. Menurut riset Kementerian Kesehatan (Kemkes), stunting yang disebabkan oleh tidak adanya air bersih dan sanitasi buruk mencapai 60 persen, sementara yang dikarenakan gizi buruk “hanya” 40 persen. Tak heran, kalau akses air bersih masuk sebagai salah satu tujuan dari Sustainable Development Goals (SDGs) dengan target tahun 2030.

Mengapa air bersih dan sanitasi menjadi faktor esensial dalam pencegahan stunting? Hubungan antara konsumsi air kotor dengan stunting terletak pada banyaknya mikroorganisme (seperti patogen dan bakteri E.coli) pada air kotor yang bila dikonsumsi dapat mengganggu sistem di tubuh manusia.

Beberapa penyakit yang mengintai di air kotor adalah diare dan cacingan. Anak yang sulit mendapatkan akses air bersih, misalnya, bisa mengalami diare berulang kali. Padahal, saat diare, ada banyak cairan dan mikronutrien (nutrisi penting) yang terbuang dari dalam tubuh anak. Zinc salah satunya. Saat tubuh kekurangan Zinc, maka usus yang terganggu fungsinya selama diare tidak bisa diregenerasi kembali. Berdasarkan penelitian, kekurangan zinc pada saat anak-anak dapat menyebabkan stunting dan terlambatnya kematangan fungsi seksual.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Air memiliki peran yang sangat penting dan menjadi kebutuhan dasar bagi manusia, mengingat hampir semua pekerjaan tergantung pada air. Oleh sebab itu, pemerintah berkewajiban memastikan masyarakat mencapai akses universal air bersih dan sanitasi higienis. Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Developemnet Goals (SDGs) terdiri atas 17 tujuan, 169 target, serta 241 indikator. Pada tujuan 6 yakni ketersediaan dan pengelolaan air dan sanitasi untuk semua pada 2030.

Tidak hanya pemerintah peran masyarakat juga sangat dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan air dan sanitasi, karena jika air dan sanitasi menjadi terganggu akan mengakibatkan kesemua sektor kehidupan. ini adalah tantangan besar bagi Indonesia umumnya dan Aceh khususnya. Distribusi air tawar yang tidak merata, Pencemaran air yang semakin meningkat. Laju pertambahan dan perpindahan penduduk ke perkotaan yang cukup tinggi, Penggunaan lahan yang tidak memperhatikan konservasi tanah dan air, Pembangunan gedung-gedung di kota besar banyak yang tidak mematuhi perbandingan lahan terpakai dan lahan terbuka, sehingga mengganggu proses penyerapan air hujan ke dalam tanah, Eksploitasi air tanah yang berlebihan yang dilakukan oleh gedung-gedung perkantoran, rumah sakit, pusat perbelanjaan, apartemen.

Pemerintah harus mempercepat pembangunan tangki septik komunal terpadu di kawasan permukiman, perkantoran, industri IPAL terpusat berskala permukiman/kota/regional, infrastruktur pengolahan lumpur tinja, sistem penyediaan air minum (SPAM), serta mendorong pengelolaan sanitasi berbasis masyarakat sebagai bagian dari infrastruktur sistem pengelolaan air limbah domestik terpusat skala permukiman.

Pemerintah daerah harus menyiapkan lahan, menyusun dokumen rencana teknis secara terperinci, membangun sambungan perpipaan ke rumah, membentuk institusi pengelola pascakonstruksi, menyediakan biaya operasi dan pemeliharaan.

Pemerintah Daerah Provinsi Aceh khususnya harus konsen dan mengawasi dengan betul-betul permasalahan Stunting ini jangan hanya dengan membuat program-program saja kemudian menghabiskan anggaran negara yang cukup banyak tetapi angka Stunting masih belum terselesaikan juga. Belum lagi dengan video-video yang beredar luas di media sosial terkait makanan tambahan berupa mie instan yang dibagikan di posyandu. ini adalah bentuk ketidakseriusan pemerintah dalam menjalankan amanah untuk memberantas Stunting. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan Tahun 2022. Diketahui Aceh merupakan provinsi dengan prevalensi stunting tertinggi kelima di Indonesia. Yakni mencapai hingga 31,2 persen.

Dengan kondisi seperti itu, maka perlunya masyarakat mendapatkan pengetahuan tentang air ini, atau dengan melakukan gerakan literasi air, karena tidak saja aksi nyata akan tetapi masyarakat harus dipahamkan juga mengenai pemahaman tentang air ini, literasi air ini harus masuk kesemua kelapisan masyarakat supaya masyarakat paham bagaimana memperlakukan air.misalnya dengan cara menghemat air, tidak membuang sampah ke sungai dan saluran air, melakukan penghijauan,dan penampungan air atau membuat biopori.

20 Desember 2023 terdapat sebuah peringatan yaitu Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN). Peringatan HKSN merupakan peringatan yang bertujuan untuk mengenang segala sesuatu tentang perjuangan membangun kesejahteraan sosial. Terdapat kata kesetiakawanan karena menggambarkan ungkapan rasa persaudaraan, solidaritas sesama kawan. Maka di momen ini mari kita jadikan sebagai Hari Pertama membangun kesadaran akan pentingnya air bersih dan mari kita ambil bagian dalam memberantas Stunting agar anak-anak kita,anak kawan-kawan kita, anak tetangga kita, saudara-saudara di lingkungan kita mendapatkan air yang bersih sehingga terbebas dari Stunting. 20 Desember 2023 juga merupakan momen-momen pemilu, sembari mengkampanyekan pemilu yang Jurdil mari juga kita mengkampanyekan akan pentingnya menjaga kualitas air dalam menunjang kehidupan di muka bumi. Mari kita ubah pertanyaan Stunting yang disetting menjadi penyataan Stunting kita Banting.

Penulis : Fauzan Yasir ( Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Malikussaleh)

Berita Terkait

Komplotan Oknum Koruptor di PWI Segera Dilaporkan ke APH, Wilson Lalengke Minta Hendry dan Sayid Dicekal
Diduga Ada Indikasi Mar Up Harga dan Fiktif, Polisi Diminta Usut Realisasi Dana Desa Tanjung Lama Kecamatan Darul Hasanah Agara
Ketua PT DKI Jakarta Lantik Dr. Rudi Suparmono Menjadi Ketua PN Jakarta Pusat
Coba Melawan, Pelaku Curas Turis Prancis Ditembak Polisi
Kegiatan Sholat Idul Fitri dan Pembagian Remisi di Lapas Narkotika Kelas IIA Pematang Siantar
Prestasi Gemilang! WBP Sumatera Utara Raih Juara 2 MTQ dan Dakwah Tingkat Nasional
Apresiasi, Polres Langkat Amankan Pelaku Kekerasan Seksual Anak
Diduga Tak Kantongi Izin, Puluhan Mahasiswa Geruduk Kantor Biznet dan Pemda Gowa

Berita Terkait

Sabtu, 20 April 2024 - 18:22 WIB

Korban KG: Pihak Polsek Medan Baru Tidak Benar Terima Uang Damai, Itu HOAKS!!

Sabtu, 20 April 2024 - 15:54 WIB

Proses Hukum Godol Transparan, Berman Kapan Ditangkap Pak Kapolda ?

Sabtu, 20 April 2024 - 11:39 WIB

Ini Strategi Awal PalmCo Pasca Efektif KSO dan Kelola Perkebunan Sawit Terluas di Dunia

Jumat, 19 April 2024 - 19:08 WIB

HIPMI Medan Dukung Bobby Nasution Maju Gubernur Sumatera Utara

Kamis, 18 April 2024 - 15:57 WIB

Godol Dikriminalisasi..!! KASAD Maruli Simanjuntak..!! “Benar“ Senpi Milik Oknum TNI Anggota Kodam 1/BB..!!

Kamis, 18 April 2024 - 14:26 WIB

Sedulur Jokowi Kota Medan Gelar Halal Bihalal

Kamis, 18 April 2024 - 07:49 WIB

Meriahkan HBP ke 60, Rutan Pangkalan Brandan Gelar Donor Darah

Rabu, 17 April 2024 - 13:44 WIB

Komplotan Penipu Giveaway Marelan Raup Puluhan Juta Setiap Hari

Berita Terbaru