Diduga Tak Kantongi Izin, Puluhan Mahasiswa Geruduk Kantor Biznet dan Pemda Gowa

REDAKSI MEDAN

- Redaktur

Rabu, 13 Desember 2023 - 12:58 WIB

50153 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gowa

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Keadilan (AMPK) yang terdiri dari GERAK MISI, KAMRI dan FK-GARDA kembali melakukan aksi demonstrasi terkait kasus dugaan beroperasinya perusahaan yang bergerak dibidang infrastruktur digital tanpa izin serta tidak melibatkan Dinas PU (Pekerjaan Umum) sehingga oknum dari biznet melakukan pemasangan tiang FO (Fiber Optik) yang banyak mendapat kritikan dari masyarakat yang halaman rumahnya dipasang tiang FO tanpa pemberitahuan serta pengetahuan dari masyarakat setempat.

Dari beberapa laporan masyarakat “tiang FO mengganggu halaman rumah mereka dan juga mereka merasa tidak nyaman dengan berdirinya tiang FO tersebut yang mereka rasa mengganggu dan juga oknum vendor dari perusahaan provider biznet melakukan pemasangan pada malam dini hari sehingga masyarakat tidak mengetahui adanya pemasangan tiang FO dihalaman rumahnya” Ucap salah seorang massa aksi yang menjadi korban halaman rumahnya dipasang tiang FO

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

” 5 hari yang lalu tepatnya pada hari jumat kami telah melakukan aksi unjuk rasa di kantor BIZNET dan Pemda Gowa guna Mendesak BIZNET untuk mencabut tiang FO dan juga bertanggung jawab terkait pemasangan tiang FO tanpa perizinan dan tidak melibatkan Dinas PU dalam operasional perusahaan provider BIZNET tersebut serta kami sampaikan bahwa pimpinan BIZNET gagal dan tidak layak menjadi seorang pemimpin yang tidak mampu memperlihatkan bukti terkait perizinan operasionalnya juga bertanggung jawab atas pemasangan yang dilakukan oknum BIZNET dihalaman rumah warga” . Tutur Fahim selaku KORLAP dari GERAK MISI

MARLO selaku KORLAP dari KAMRI menambahkan bahwa “BIZNET tidak layak berdiri di Kabupaten Gowa sebagai kabupatan Suci yang tidak pantas oknum-oknum atau perusahaan ilegal seperti BIZNET berdiri dan beroperasi di Gowa, maka pemberontakan dan perlawanan akan selalu digaungkan sebagai penegakan dan penjagaan marwah suci dari kabupaten gowa itu sendiri, kemudian mendesak agar pimpinan BIZNET itu dicopot dari jabatannya karena tidak memiliki etika kepimpinan dan gagal dalam memperlihatkan bukti perizinan “. Ucap MARLO (KORLAP KAMRI)

Aksi unjuk rasa yang dilakukan dibatas didepan Kantor Biznet yang berlangsung beberapa jam cukup alot, dengan di isi beberapa kali gesekan terhadap aparat keamanan dikarenakan mahasiswa berusaha masuk didalam kantor BIZNET dan menduduki serta memboikot kantor tersebut karena tidak layak beroperasi di kabupaten Gowa tanpa Perizinan, diakhir aksi unjuk rasa puluhan mahasiswa meninggalkan lokasi dengan damai.

“Sebagai negara yang berlandaskan pancasila serta berpayungkan Hukum maka seharusnya pemerintah memberi atensi keras terhadap perusahaan-perusahaan yang beroperasional tanpa izin” Ucap Salah Seorang orator pada aksi unjuk rasa tersebut.

Agung selaku Jendral Lapangan menegaskan pula bahwa aksi demontrasi JILID II ini sebagai atensi keras terhadap pihak perusahaan BIZNET terkhusus pimpinannya yang diduga tidal mampu bertanggung jawab dalam pemasangan tiang FO (Fiber Optik) yang tidak berizin serta tidak melibatkan Dinas PU (Pekerjaan Umum) maka diduga BIZNET Beroperasi secara Ilegal, dan harus bertanggung jawab atas dasar pemasangan dan operasional BIZNET yang tidak berizin”. Tutup Agung (JendLap) dalam orasi ilmiahnya

Aksi unjuk rasa ini mengakibatkan kemacetan panjang pada ruas jalan poros Malino, aksi unjuk rasa ini pula sempat mengalami kericuhan beberapa kali antar massa aksi dengan pihak kepolisian juga oknum dari pihak Biznet. mulai dari baku dorong-dorong hingga dengan adanya ucapan tantangan yang lontarkan oleh pihak BIZNET yang dilontarkan kepada massa aksi yang di akibatkan oleh massa aksi yang membakar ban dan memaksa masuk ke kantor BIZNET untuk diduduki serta diboikot dan ledekan atau ejekan dengan tertawa yang dilakukan oleh pihak BIZNET yang berduduk santai dalam ruangan ber-AC melihat aksi unjuk rasa massa aksi sebagai lelucon dan bahan tertawaan dan bahkan massa aksi mendapatkan ajakan adu jotos terhadap salah seorang oknum BIZNET.

Aksi unjuk rasa ini berlangsung dan berakhir dengan membubarkan diri dengan tertib.(tiwa)

Berita Terkait

Komplotan Oknum Koruptor di PWI Segera Dilaporkan ke APH, Wilson Lalengke Minta Hendry dan Sayid Dicekal
Diduga Ada Indikasi Mar Up Harga dan Fiktif, Polisi Diminta Usut Realisasi Dana Desa Tanjung Lama Kecamatan Darul Hasanah Agara
Ketua PT DKI Jakarta Lantik Dr. Rudi Suparmono Menjadi Ketua PN Jakarta Pusat
Coba Melawan, Pelaku Curas Turis Prancis Ditembak Polisi
Kegiatan Sholat Idul Fitri dan Pembagian Remisi di Lapas Narkotika Kelas IIA Pematang Siantar
Prestasi Gemilang! WBP Sumatera Utara Raih Juara 2 MTQ dan Dakwah Tingkat Nasional
Apresiasi, Polres Langkat Amankan Pelaku Kekerasan Seksual Anak
Stunting yang di-Setting?

Berita Terkait

Sabtu, 20 April 2024 - 18:22 WIB

Korban KG: Pihak Polsek Medan Baru Tidak Benar Terima Uang Damai, Itu HOAKS!!

Sabtu, 20 April 2024 - 15:54 WIB

Proses Hukum Godol Transparan, Berman Kapan Ditangkap Pak Kapolda ?

Sabtu, 20 April 2024 - 11:39 WIB

Ini Strategi Awal PalmCo Pasca Efektif KSO dan Kelola Perkebunan Sawit Terluas di Dunia

Jumat, 19 April 2024 - 19:08 WIB

HIPMI Medan Dukung Bobby Nasution Maju Gubernur Sumatera Utara

Kamis, 18 April 2024 - 15:57 WIB

Godol Dikriminalisasi..!! KASAD Maruli Simanjuntak..!! “Benar“ Senpi Milik Oknum TNI Anggota Kodam 1/BB..!!

Kamis, 18 April 2024 - 14:26 WIB

Sedulur Jokowi Kota Medan Gelar Halal Bihalal

Kamis, 18 April 2024 - 07:49 WIB

Meriahkan HBP ke 60, Rutan Pangkalan Brandan Gelar Donor Darah

Rabu, 17 April 2024 - 13:44 WIB

Komplotan Penipu Giveaway Marelan Raup Puluhan Juta Setiap Hari

Berita Terbaru